Minggu, 07 April 2013

Dobedam Belajar Membaca part 2

Sebenarnya bagus nggak sih mengajari balita membaca? Ada yang berpendapat jangan memaksa belajar membaca terlalu dini. Ada juga yang mengatakan semakin awal anak bisa membaca dia akan lebih mencintai buku. Kalau menurut anda bagaimana mom?




Kalau menurutku untuk balita lebih baik kita kembangkan motorik kasar, motorik halus dan kreatifitas. Jika anak sudah tertarik pada buku, kita boleh mulai mengajarinya membaca. Kita bisa mengajaknya bermain sambil belajar. Saat ini aku sudah mulai memperkenalkan suku kata, tapi hanya sebatas jika dia tertarik. Selebihnya aku hanya membacakan buku, memintanya untuk menyimak, dan di akhir cerita aku ajukan beberapa pertanyaan. Jadi lebih ke belajar "memahami" isi cerita.

Untuk latihan membaca, aku cetak lembar latihan di bawah ini, lalu memasangnya dalam map plastik transparan yang aku tempel di dinding. Dengan menyimpannya dalam map plastik, kita bisa ganti materi sesuai kebutuhan, sekalian bisa untuk belajar menulis menjiplak huruf menggunakan spidol white board, kalau sudah selesai tinggal dihapus.... hemat ^_^.
  • Untuk download a i u e o sampai ha hi hu he ho klik di sini
  • Untuk download ja ji ju je jo sampai qa qi qu qe qo klik di sini
  • Untuk download ra ri ru re ro sampai za zi zu ze zo klik di sini
Ada situs favorit dobedam yang recommended banget buat belajar membaca, yaitu  starfall. Di sini anak bisa belajar warna, bentuk, mengeja, berhitung dll. Asyiknya yang gratis pun banyak banget, tapi kalau ingin semua bisa dimainkan memang harus berbayar. Buat dobedam cukup yang gratisnya saja deh...^_^. Dari starfall lah idam mendapat inspirasi untuk menyayikan huruf dan suku kata. Sepertinya metode yang digunakan mirip dengan metode montessori....

Aku sudah berusaha mencari kata dan gambar yang cocok, tapi masih saja ada kata yang tidak bisa aku temukan misalnya kata yang berawalan huruf x dan q. Di tunggu masukannya ya, jika anda punya contoh kata yang lebih mudah di mengerti oleh si kecil...

Salam sayang untuk si kecil mom...^_^










.

DIY: do be dam Training Pant

Si kecil sedang toilet learning kah mom? Mungkin sudah waktunya dia mulai beralih ke training pant. Kali ini kita bahas cara membuat dobedam training pant untuk buah hati tersayang. Warna orange lagi... nggak apa-apa ya, karena ini pakai kain sisa dari dobedam pocket.


Bahan yang di perlukan:
  • Kain water repellent untuk outer, aku pakai polyester
  • Kain untuk inner boleh yang bersifat stay dry atau pakai kain katun untuk mendapat sensasi basah
  • Elastic lebar 1 cm (untuk paha)
  • Elastic lebar 1 inci (untuk pinggang)
Berikut pola dari dobedam training pant ukuran XL. Pola ini adalah pola jadi yang belum ditambah kampuh untuk jahitan.





 Proses pembuatan dobedam training pant:

  1. Potong kain untuk inner dan outer sesuai pola.
  2. Pasang elastik 1 cm, pada inner dari a-b sesuai pola.
  3. Jahit gabung inner dan outer, pasang elastik 1 cm pada paha mengikuti garis putus-putus.
  4. Pasang elastic 1 inci untuk pinggang mengikuti garis putus-putus.
  5. Balikkan kain sehingga jahitan berada didalam, lalu jahit untuk membentuk elastic mengikuti garis putus-putus.
  6. Sambung bagian samping belakang dan depan.


Punyaku bagian innernya nggak pakai elastik, he he he jadi malu.... ketahuan malasnya. Karena aku bikinnya di jahit tangan mom .....(mohon maklum ya) ^_^. Untuk panjang elastik  disesuaikan dengan postur tubuh si kecil, agar ukurannya bisa pas.


Untuk elastic pada paha aku nggak pasang full, karena idam termasuk chubby jadi pahanya tidak terlalu ketat. Selain itu sesuai misi dobedam training pant yaitu belajar ke toilet sendiri, maka celana ini harus mudah "dipelorotkan dan dinaikkan" sendiri.

Selamat mencoba mom, semoga si kecil segera lulus toilet training ya.... Salam sayang untuk sang buah hati ^_^.

Kamis, 28 Maret 2013

DIY: Wet Wipes


Selama ini tissue selalu ada dalam daftar belanjaku, apa jadinya dunia ini tanpa tissue? Tapi sampah tissue yang terkumpul selama dua hari akibat kedua jagoanku yang terserang pilek, mengerikan banyak banget... Aku jadi ingin kembali pada sapu tangan, seperti saat aku kecil dulu.

Seperti halnya berpopok kain,  dengan kembali pada sapu tangan kita juga akan menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah. Aku coba daur  ulang t shirt yang tidak di pakai menjadi washable tissue. Akhirnya aku potong t shirt  berbentuk persegi ukuran 20 x 20 cm, satu kaos bisa jadi 8 sapu tangan.


Dengan metode lipat saling terkait, kita akan dapatkan sapu tangan yang penggunaanya tinggal cabut seperti halnya tissue. Kita bisa mencontoh cara lipat dari tissue kemasan karton, sehingga jika kita cabut satu lapisan bawahnya akan terkait sedikit, untuk memudahkan pengambilan selanjutnya. Nilai plusnya... hemat karena bisa di cuci dan tidak menghasilkan sampah, benar-benar go green deh ^_^


Kita juga bisa buat tissue basah dengan sapu tangan ini. Ada banyak sekali resep tissue basah seperti di Cloth Wipe Solution Recipes . Aku pilih resep yang paling simpel yaitu dari campuran sabun bayi, baby oil dan air dengan rasio 1 : 1 : 4.  Berikut ini resep tissue basah ala dobedam

Bahan yang diperlukan :
  • 1 sdm sabun mandi
  • 1 sdm baby oil
  • 4 sdm air
  • Botol spray bekas
  • Washable tissue (sapu tangan ataupun tissue non woven yang bisa di cuci)
  • Kotak bekas tissue basah 

Cara membuatnya tinggal masukkan semua bahan ke botol penyemprot, lalu kocok sampai tercampur dengan baik dan larutan siap di pakai. Larutan ini bisa tahan 1 minggu. Jika ingin membuat dalam jumlah yang banyak tinggal kita sesuaikan takarannya, misalnya 1/2 cangkir sabun, 1/2 cangkir baby oil, airnya 2 cangkir.  Ada dua cara pembuatan tissue basah ini,
  1. Washable tissue dimasukkan ke dalam wadah lalu dituangi dengan larutan yang sudah kita buat. Tingkat kebasahan kita sesuaikan dengan tissue basah yang biasa ada di pasaran. Tapi sebaiknya kita buat tissue basah secukupnya saja, karena ini tidak untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Lebih baik lagi kalau kita rendam wet wipes kita, untuk keperluan satu hari.
  2. Sapu tangan kita simpan dalam keadaan kering, saat akan digunakan baru kita semprotkan larutan pembersihnya. Bisa di tuang ke sapu tangan sehingga basah, atau di semprotkan langsung ke pantat bayi baru kita lap dengan sapu tangan. Aku pribadi lebih suka cara yang ini, karena lebih praktis. Kita bisa gunakan sapu tangan sesuai kebutuhan, mau basah atau kering. Dan tidak perlu takut wet wipes kita bau, karena disimpan terlalu lama.
Pas banget nih buat yang ber go green dengan "cloth diaper", kita bisa membersihkan pee atau pup dengan tissue basah buatan sendiri yang pastinya bebas alkohol ^_^. Tapi karena mengandung baby oil, setelah dibersihkan dengan homemade wet wipes, kita seka sekali lagi dengan air. Agar kandungan minyaknya tidak mengganggu daya serap cloth diaper kita...

Dengan sedikit "mom's magic" t shirt bekas kita daur ulang menjadi tissue, yang penggunaanya tidak kalah mudah tinggal cabut saja...

Salam hemat ....^_^, go green

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

ilutju........ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea