Kamis, 01 Agustus 2013

dobedam Mommy Bag

Hallo mom, libur Lebaran pada mudik nggak? Sebenarnya mudik itu harus nggak sih menurut mom.... Setiap orang pasti punya pendapat berbeda tapi untuk aku mudik itu wajib, karena hanya pada Idul Fitri aku bisa ketemu hampir seluruh keluarga besar. Karena itu kami menabung dari jauh-jauh hari agar bisa pulang kampung, bersilaturahmi dengan sanak saudara... terutama orangtua dooong.

Tahun ini kami mudik pakai kereta api. Untuk menyiasati peraturan baru dimana pengantar tidak boleh masuk, aku bikin dobedam mommy bag. Selain berfungsi sebagai tas selempang, ini berfungsi sebagai child carrier. Memang untuk bawa barang sudah disediakan "tukang angkut", tapi kalau anak nggak mungkin kan diangkut oleh mereka he he he...

Berikut penampakan dobedam mommy bag sebagai child carrier Idam nggak mau tasnya disebut baby carrier, "Aku kan bukan baby lagi buuuu." protesnya.


Jika anak sedang tidur atau memerlukan gendongan dalam arti sebenarnya, tutup tas bisa difungsikan sebagai penyangga punggung.



Sedangkan untuk membagi beban berat badan anak, ada belt yang bisa kita pasang ke pinggang kita. Hi hi hi malu punggungnya kok kelihatan lebar banget ya.... seperti lapangan bola.


Meskipun secara bentuk masih jauh dari sempurna, tapi dobedam mommy bag adalah real soulmate ku. Berpasangan dengan Nouvo Z, mereka sangat mendukung mobile ^_^. Idam bisa tidur nyenyak di motor Nouvo Z, dengan bantuan dobedam mommy bag sebagai safety belt sekaligus bantal (jangan-jangan dia mimpi balapan sama Valentino Rossy he he he).


Wah kali ini tulisannya pendek sekali, semoga bisa kita sambung lagi setelah bentuk tasnya aku perbaiki. Karena di kampung nggak konek internet, acara blogging libur dulu.... Minal 'Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin.....

Selasa, 02 Juli 2013

DIY: dobedam Reusable Menstrual Pads

Selamat pagi mom...^_^ kali ini tentang dobedam reusable menstrual pads, yang kita kenal dengan mens pads. Setelah Idam go green dengan memakai dobedam cloth diaper, giliran aku nih.... Sebenarnya motivasi terbesarku karena aku sering bentol-bentol pas datang bulan, jadi mau coba pakai cloth menstrual pads, seperti biasa kita bikin sendiri yuuuk....

Bahan yang harus disiapkan:
  • Lapisan tahan air. Boleh pakai kain PUL (polyurethane laminated), tapi aku pakai taslan baloon yang mudah di cari.
  • Lapisan stay dry, aku pakai suede, microfleece boleh juga.
  • Lapisan penyerap. Bisa pakai katun flanel, fleece katun, handuk katun atau microfiber terry.
Proses pembuatan dobedam mens pads step by step

 Keterangan gambar:
  1. Jiplak pola pada lapisan tahan air dan lapisan stay dry.
  2. Potong kain sesuai pola. 
  3. Untuk lapisan penyerap potong sesuai kebutuhan. Aku pakai 2 layer microfiber terry untuk dobedam mens pads.
  4. Jahit lapisan penyerap pada sisi dalam lapisan stay dry (bagian halus yang tidak ada bulunya).
  5. Gabung stay dry dengan lapisan tahan airnya, sisi luar menempel dengan sisi luar. Sehingga saat dibalik sisi luar rapih, jahitannya tidah terlihat.
  6. Balik sehingga jahitan berada di sisi dalam.
  7. Rapikan bentuknya.
  8. Jahit selebar 5 mm dari pinggir, sekeliling dobedam mens pads agar lebih rapi.
  9. Pasang kancing (snap).


Seperti biasa Idam penasaran ingin bantu.....^_^

Taraaaa.....akhirnya selesai juga bikin dobedam mens pads nya. 



Keterangan gamba dari kiri ke kanan :
  • dobedam mens pads day.
  • Dalam keadaan terlipat
  • Perbandingan dobedam mens pads day dan night.

Dan ini dia polanya.... kali ini printable...^_^
Pola dobedam mens pads day dapat diunduh di sini 
Pola dobedam mens pads night dapat diunduh di sini

Aku pikir rasanya bakalan panas, gerah... ternyata nyaman lho. Taslan balon yang lumayan berisik, pas dipakai nggak berisik, tetap diam di tempat ngak geser. Tapi aku masih penasaran mau bikin yang pakai velvet knitted sebagai innernya kayanya bakal adeeeem ^_^.... tapi harus dicek dulu apakah bisa meneruskan cairan dengan baik. 

Selamat mencoba mom...., jika ada yang kurang jelas silahkan bertanya boleh di sini atau di Fanspage Dobedam. Ditunggu sharingnya ya.....  ^_^

Minggu, 23 Juni 2013

Menjadi Orangtua Yang Soleh Dan Sholehah

Punya anak menjelang ABG itu banyak sekali "seninya" ya... Apalagi anakku cowok, yang kata orang ibarat Venus dan Mars dengan diriku. Selama ini aku selalu mencari apa yang salah dengan anakku, menurut hasil psikotest IQ nya termasuk gifted tapi nilainya selalu di bawah rata-rata. Kami bolak-balik ke psikolog, melakukan terapi, tapi belum ada hasil. Ajaibnya lagi mereka juga mengatakan tidak ada kelainan pada anakku. Karena penasaran aku mulai rajin baca buku tentang psikologi anak, pengasuhan dan ikut seminar parenting. 

Hari Minggu, 16 Juni 2013 kemarin aku ikut workshop di Klinik Mutiara Cikutra. Temanya sangat menarik yaitu Menjadi Orangtua Yang Soleh Dan Sholehah, oleh Bapak Firman Juliansjah (Kang Iman). Jika biasanya anak yang dibahas saat workshop parenting, pada sesi ini justru orangtua yang banyak dibahas. Komunikasi antara suami istri akan sangat besar dampaknya terhadap perkembangan emosi anak.


Biasanya pernikahan didasarkan atas romantisme cinta dan beberapa alasan lain yang semua bernama perasaan. Kehadiran anak, masalah pada pekerjaan, keuangan ataupun relasi antar pasangan menimbulkan stress. Pada tahap ini tanpa sadar kita memandang anak juga sebagai masalah, emosi negatif pada anak akan mengakibatkan perilaku negatif pada anak. Banyak pasangan memilih berpisah ketika sedang berada pada fase ini.

Pasangan yang bertahan akan memindahkan pernikahannya dari berdasarkan perasaan menjadi berdasarkan pikiran dan tanggung jawab. Pada fase ini biasanya pasangan akan mulai mencari kiat kebahagiaan rumah tangga, mengikuti seminar parenting ataupun datang pada konsultan pernikahan.


Kemudian pasangan akan lebih memahami posisi, dan bertanggung jawab pada kenyamanan perasaan masing-masing. Pada tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara pasangan dalam menyikapi perbedaan yang terjadi. Maka energi positif akan mulai terpancar, keluarga akan tenteram, nyaman, penuh empati dan toleransi. Energi positif ini akan terserap oleh anak, sehingga perilaku anak akan positif juga.

Keluarga akan dipenuhi kebahagiaan, sehingga kebersamaan, kemesraan dan keintiman  akan terjalin kembali. Disinilah pasangan akan menemukan cinta sejati, keluarga yang penuh cinta akan menumbuhkan kebiasaan positif pada seluruh keluarga. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh cinta akan memiliki identitas diri yang positif. Jika anak sudah punya identitas diri positif, maka ia tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif.


Karena itulah Kang Iman menggali lebih dalam pada hubungan pernikahan, agar tahu pernikahan kami ada dalam tahap mana. Pada akhir sesi Kang Iman melakukan hypnotherapy untuk menanamkan pikiran positif, diharapkan dengan adanya pikiran positif kita bisa lebih berempati dalam memahami anak dan pasangan.

Ternyata jawaban mengenai masalah anakku sangat sederhana sekali. Jika saat bercermin ingin terlihat cantik, kita harus mandi dan berdandan. Perilaku anak mencerminkan perilaku orangtuanya, jika ingin anak yang sholeh dan sholehah maka orangtua yang sholeh dan sholehah. Semoga kita semua segera naik kelas menjadi orangtua yang sholeh dan sholehah dan segera menciptakan keluarga penuh cinta, bahagia dunia akhirat amiiiin.




Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

ilutju........ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea