Minggu, 23 Juni 2013

Menjadi Orangtua Yang Soleh Dan Sholehah

Punya anak menjelang ABG itu banyak sekali "seninya" ya... Apalagi anakku cowok, yang kata orang ibarat Venus dan Mars dengan diriku. Selama ini aku selalu mencari apa yang salah dengan anakku, menurut hasil psikotest IQ nya termasuk gifted tapi nilainya selalu di bawah rata-rata. Kami bolak-balik ke psikolog, melakukan terapi, tapi belum ada hasil. Ajaibnya lagi mereka juga mengatakan tidak ada kelainan pada anakku. Karena penasaran aku mulai rajin baca buku tentang psikologi anak, pengasuhan dan ikut seminar parenting. 

Hari Minggu, 16 Juni 2013 kemarin aku ikut workshop di Klinik Mutiara Cikutra. Temanya sangat menarik yaitu Menjadi Orangtua Yang Soleh Dan Sholehah, oleh Bapak Firman Juliansjah (Kang Iman). Jika biasanya anak yang dibahas saat workshop parenting, pada sesi ini justru orangtua yang banyak dibahas. Komunikasi antara suami istri akan sangat besar dampaknya terhadap perkembangan emosi anak.


Biasanya pernikahan didasarkan atas romantisme cinta dan beberapa alasan lain yang semua bernama perasaan. Kehadiran anak, masalah pada pekerjaan, keuangan ataupun relasi antar pasangan menimbulkan stress. Pada tahap ini tanpa sadar kita memandang anak juga sebagai masalah, emosi negatif pada anak akan mengakibatkan perilaku negatif pada anak. Banyak pasangan memilih berpisah ketika sedang berada pada fase ini.

Pasangan yang bertahan akan memindahkan pernikahannya dari berdasarkan perasaan menjadi berdasarkan pikiran dan tanggung jawab. Pada fase ini biasanya pasangan akan mulai mencari kiat kebahagiaan rumah tangga, mengikuti seminar parenting ataupun datang pada konsultan pernikahan.


Kemudian pasangan akan lebih memahami posisi, dan bertanggung jawab pada kenyamanan perasaan masing-masing. Pada tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara pasangan dalam menyikapi perbedaan yang terjadi. Maka energi positif akan mulai terpancar, keluarga akan tenteram, nyaman, penuh empati dan toleransi. Energi positif ini akan terserap oleh anak, sehingga perilaku anak akan positif juga.

Keluarga akan dipenuhi kebahagiaan, sehingga kebersamaan, kemesraan dan keintiman  akan terjalin kembali. Disinilah pasangan akan menemukan cinta sejati, keluarga yang penuh cinta akan menumbuhkan kebiasaan positif pada seluruh keluarga. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh cinta akan memiliki identitas diri yang positif. Jika anak sudah punya identitas diri positif, maka ia tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif.


Karena itulah Kang Iman menggali lebih dalam pada hubungan pernikahan, agar tahu pernikahan kami ada dalam tahap mana. Pada akhir sesi Kang Iman melakukan hypnotherapy untuk menanamkan pikiran positif, diharapkan dengan adanya pikiran positif kita bisa lebih berempati dalam memahami anak dan pasangan.

Ternyata jawaban mengenai masalah anakku sangat sederhana sekali. Jika saat bercermin ingin terlihat cantik, kita harus mandi dan berdandan. Perilaku anak mencerminkan perilaku orangtuanya, jika ingin anak yang sholeh dan sholehah maka orangtua yang sholeh dan sholehah. Semoga kita semua segera naik kelas menjadi orangtua yang sholeh dan sholehah dan segera menciptakan keluarga penuh cinta, bahagia dunia akhirat amiiiin.




Rabu, 12 Juni 2013

Gangguan Tidur

Membahas tentang gangguan tidur yuuuk.... Entah kemana perginya katukku malam ini, rasanya baru dua jam yang lalu aku merasa sangat mengantuk dan tertidur pulas. Tapi dua jam kemudian aku sudah terbangun dan tidak bisa tidur kembali, padahal aku tidak tidur siang lo...

Sepertinya sekarang ini semakin banyak orang yang susah tidur, kemajuan jaman menyebabkan perbedaan antara siang dan malam begitu samar. Terutama pada kota besar, kehidupan tetap berjalan 24 jam non stop. Mudah sekali menemukan kegiatan yang lebih menarik daripada tidur, seperti nonton tv, nongrong di kafe atau sekedar berselancar di dunia maya. Selain itu tuntutan pekerjaan seringkali mengharuskan kita lembur, atau yang sedang punya bayi kadang jam tidurnya jadi terganggu ^_^. 

Padahal tidur yang nyenyak itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan, mental dan emosi kita. Jika tidur kita terganggu produktivitas bisa menurun dan kita juga akan mudah stress. Mengingat pentingnya tidur yang berkualitas untuk kesehatan badan dan mental, kita harus menjadwalkan juga waktu untuk tidur.

Gejala pada seseorang yang mengidap gangguan tidur antara lain:
  • Susah memulai tidur di malam hari
  • Sering terbangun saat tidur malam
  • Tidur tidak pernah lelap, atau sering mimpi buruk
  • Saat bangun tidak merasa segar, merasa ngantuk sepanjang hari, dan sulit konsentrasi
  • Mendengkur
  • Sindrom henti napas waktu tidur (orang sunda menyebutnya erep-erep, atau orang jawa bilang kelindihen. Menurut medis sebenarnya yang terjadi adalah otak memerintahkan kita untuk bangun karena tubuh kekurangan oksigen)
  • Sakit kepala waktu bangun tidur
Karena bapakku menderita sindrom henti napas (sleep apnea) waktu tidur, kami mencoba Sleep Laboratory RS Immanuel Bandung. Bapak menginap semalam untuk menjalani pemeriksaan agar mendapat hasil akurat tentang penyebab gangguan tidur yang dialami. Pernafasan, denyut jantung, gelombang otak dan gerakan tubuh akan dipantau dan direkam pada saat pasien tidur. Hasilnya akan diperiksa tim yang terdiri dari para dokter spesialis, untuk rencana perawatan selanjutnya.

Saat konsul dengan dokter di Sleep Laboratory RS Immanuel, aku baru tahu kalau leher yang terlalu pendek atau terlalu panjang akan cenderung mengalami gangguan pernafasan saat tidur. Jika gangguan pernafasan tidak terlalu parah bisa dibantu dengan alat bantu pernafasan yang bernama CPAP. Tapi ada yang sampai diperlukan operasi untuk memperlebar saluran pernafasan.

Sebenarnya aku ingin memeriksakan Idam, karena dia sering mengigau dan tidurnya nggak pulas. Apa yang terjadi pada siang hari akan terulang dalam mimpi, jika siang nyanyi pas tidur nyanyi. Kalau siangnya berantem sama kakaknya, pas tidur malam akan terulang dengan kata-kata yang sama persis. Sayangnya pemeriksaanya hanya untuk orang dewasa. Ada pasien gangguan tidur yang pas diperiksa semua normal, kecuali gelombang otaknya mayoritas di Beta (terus aktif berfikir) padahal beliau sudah berusia lanjut. Sepertinya inilah yang sering kali terjadi kepadaku dan Idam hi hi hi...., untuk kasus seperti ini disarankan untuk melakukan meditasi.

Karena sudah seminggu ini aku susah tidur, barusan aku berguru tentang yoga for sleep, insomnia, or deep relaxation pada youtube. Merasa rilek sih, tapi pikiranku tetap jalan-jalan nggak mau berhenti, sepertinya aku tidak ber yoga benar, perlu instruktur niiih ^_^ . Berbagialah mereka yang bisa mengendalikan pikiran, karena mereka bisa memutuskan kapan waktunya melakukan sesuatu dan kapan harus berhenti. Rupanya kebiasaan tidur Idam yang kurang nyenyak ini, diturunkan dariku. Saat hamil aku susah tidur, bawaannya emosi tingkat tinggi. Kalau akhirnya menurun ke anak begini jadi repot buuuu....^_^

Aku ingin berpesan pada para sahabatku yang sedang hamil, cobalah bersantai, rilek, dan berbahagialah. Tidur teratur, kontrol emosi dengan baik, karena kebiasaan kita bisa menurun pada bayi yang sedang dalam kandungan. Selamat tidur.... semoga tidurnya nyenyak, mimpi yang indah, serta bangun dalam keadaan sehat, segar dan bersemangat ^_^.

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

ilutju........ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea