Kamis, 05 September 2013

Haruskah Bawa Oleh-Oleh?

Jika kita melakukan perjalanan ke luar kota, biasanya membeli oleh-oleh akan jadi agenda wajib. Entah itu untuk keluarga di rumah, untuk teman ataupun rekan kerja. Bagaimana dengan anda mom? Apakah keluarga di rumah suka menginginkan oleh-oleh asli daerah yang kita kunjungi...?

Oleh-oleh ini bisa jadi dilema, sebel banget kan kalau baru pulang yang disambut bukan kita melainkan si oleh-oleh. Karena itu aku membiasakan anak-anak, untuk menyambut subjeknya dulu. Misalnya bapaknya yang baru datang, kakek nenek atau tamu yang lain. Alhamdulillah mereka tidak pernah menyambut si oleh-oleh, yang pastinya nggak bakalan kemana-mana (pasti buat mereka kan... he he he).

Urusan oleh-oleh ini juga sempat membuatku "galau". Aku ingin memberikan oleh-oleh khas daerah asalku, tapi memberikan sebungkus sambel pecel doang kok rasanya kurang pantas. Sementara jika beberapa bungkus, berat buuuu.... Selain karena harga, bawanya susah. Aku naik kereta bersama 2 anak, 1 koper pakaian plus 1 dus oleh-oleh saja repotnya bukan main.

Sepertinya kalau aku memberi oleh-oleh sambel pecel, sebaiknya plus sayur, lalab, peyek dan tahu tempenya he he he... biar lebih afdol. Aneh juga kan kalau aku kasih sambelnya doang untuk ngemil. Untung adik iparku kasih info ada coklat isi sambel pecel, langsung deh aku hunting. Tapi ternyata hasilnya tidak seperti yang aku bayangkan, menurutku rasanya kurang "pecel".

Bermodalkan ide ngemil sambel, aku mulai ber "eksperimen". Beruntung ada yang bisa bikin sambel sesuai yang aku mau (aku nggak bisa bikin sambel pecel sendiri, yang "medok" rasanya hi hi hi). Bermodalkan  2 kg sambel pecel aku balik ke Bandung. Lalu petualangan eksperimen coklat dimulai. Karena yang ada di rumah coklat putih, aku coba gabung sambel pecel pakai coklat putih. Lumayan enak tapi kurang nge-blend menurutku, jadi aku coba pakai yang dark chocolate.
 

Cihuy..... PECOLATE alias coklat isi sambel pecel berhasil menurutku, menurut chef iyas juga sudah lumayan enak. Sayang chef idam tidak bisa tasting karena pedas he he he. Kebetulan ada halal bihalal IIDN Bandung Timur, aku coba bawa deh. Semoga mereka tidak hanya menghiburku dengan mengatakan PECOLATE ku enak dan layak jual.

Bentuk PECOLATE generasi pertama adalah keong, tapi menurutku ukurannya terlalu besar. Senangnya ketemu dengan cetakan silikon imut, aku ingin ukuran mungil untuk sekali suap. Konon menurut temanku cara makan coklat yang benar adalah memasukkan langsung ke mulut, lalu menghisapnya pelan dengan mulut tertutup. Maka aroma coklat akan terhirup dari dalam, dan akan menghasilkan sensasi nikmat. Harus dicoba langsung, karena tidak bisa digambarkan dengan kata-kata ^_^.

Packaging PECOLATE generasi pertama adalah toples. Coklat dibungkus plastik wrap dengan cup kertas sebagai alas, tapi kok kesannya ribet. Lalu mencoba besek kecil, tapi coklat harus dibungkus aluminium foil (mahal di packaging). Lalu setelah ukurannya jadi mungil, aku kembali bungkus dengan plastik wrap dengan stiker sebagai pengunci agar tidak lepas. Lalu wadahnya cup kecil yang bisa ditutup dengan kuat, jadi tidak perlu pakai selotip. Kemasan ini masih diprotes sama suami dan anak, karena menurut mereka masih kurang menarik.....

Tapi setidaknya meskipun oleh-olehku ini tidak 100% kubawa dari kampung, aku sudah mengolahnya dengan segenap kemampuan... cieeee. Jadi saat teman-teman memintaku untuk mendeskripsikan rasa PECOLATE aku bisa katakan, rasanya pedas bercampur manis. Serasa sarapan sepiring nasi pecel, dan minum secangkir coklat hangat, unik deh....mak nyuusss (ikutan pak Bondan).

Waduh panjang banget ya curhatnya.... menurut anda apa yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ole-oleh? haruskah dibawa langsung dari tempat asal, atau boleh dibeli di kota kita?

Kamis, 01 Agustus 2013

dobedam Mommy Bag

Hallo mom, libur Lebaran pada mudik nggak? Sebenarnya mudik itu harus nggak sih menurut mom.... Setiap orang pasti punya pendapat berbeda tapi untuk aku mudik itu wajib, karena hanya pada Idul Fitri aku bisa ketemu hampir seluruh keluarga besar. Karena itu kami menabung dari jauh-jauh hari agar bisa pulang kampung, bersilaturahmi dengan sanak saudara... terutama orangtua dooong.

Tahun ini kami mudik pakai kereta api. Untuk menyiasati peraturan baru dimana pengantar tidak boleh masuk, aku bikin dobedam mommy bag. Selain berfungsi sebagai tas selempang, ini berfungsi sebagai child carrier. Memang untuk bawa barang sudah disediakan "tukang angkut", tapi kalau anak nggak mungkin kan diangkut oleh mereka he he he...

Berikut penampakan dobedam mommy bag sebagai child carrier Idam nggak mau tasnya disebut baby carrier, "Aku kan bukan baby lagi buuuu." protesnya.


Jika anak sedang tidur atau memerlukan gendongan dalam arti sebenarnya, tutup tas bisa difungsikan sebagai penyangga punggung.



Sedangkan untuk membagi beban berat badan anak, ada belt yang bisa kita pasang ke pinggang kita. Hi hi hi malu punggungnya kok kelihatan lebar banget ya.... seperti lapangan bola.


Meskipun secara bentuk masih jauh dari sempurna, tapi dobedam mommy bag adalah real soulmate ku. Berpasangan dengan Nouvo Z, mereka sangat mendukung mobile ^_^. Idam bisa tidur nyenyak di motor Nouvo Z, dengan bantuan dobedam mommy bag sebagai safety belt sekaligus bantal (jangan-jangan dia mimpi balapan sama Valentino Rossy he he he).


Wah kali ini tulisannya pendek sekali, semoga bisa kita sambung lagi setelah bentuk tasnya aku perbaiki. Karena di kampung nggak konek internet, acara blogging libur dulu.... Minal 'Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin.....

Selasa, 02 Juli 2013

DIY: dobedam Reusable Menstrual Pads

Selamat pagi mom...^_^ kali ini tentang dobedam reusable menstrual pads, yang kita kenal dengan mens pads. Setelah Idam go green dengan memakai dobedam cloth diaper, giliran aku nih.... Sebenarnya motivasi terbesarku karena aku sering bentol-bentol pas datang bulan, jadi mau coba pakai cloth menstrual pads, seperti biasa kita bikin sendiri yuuuk....

Bahan yang harus disiapkan:
  • Lapisan tahan air. Boleh pakai kain PUL (polyurethane laminated), tapi aku pakai taslan baloon yang mudah di cari.
  • Lapisan stay dry, aku pakai suede, microfleece boleh juga.
  • Lapisan penyerap. Bisa pakai katun flanel, fleece katun, handuk katun atau microfiber terry.
Proses pembuatan dobedam mens pads step by step

 Keterangan gambar:
  1. Jiplak pola pada lapisan tahan air dan lapisan stay dry.
  2. Potong kain sesuai pola. 
  3. Untuk lapisan penyerap potong sesuai kebutuhan. Aku pakai 2 layer microfiber terry untuk dobedam mens pads.
  4. Jahit lapisan penyerap pada sisi dalam lapisan stay dry (bagian halus yang tidak ada bulunya).
  5. Gabung stay dry dengan lapisan tahan airnya, sisi luar menempel dengan sisi luar. Sehingga saat dibalik sisi luar rapih, jahitannya tidah terlihat.
  6. Balik sehingga jahitan berada di sisi dalam.
  7. Rapikan bentuknya.
  8. Jahit selebar 5 mm dari pinggir, sekeliling dobedam mens pads agar lebih rapi.
  9. Pasang kancing (snap).


Seperti biasa Idam penasaran ingin bantu.....^_^

Taraaaa.....akhirnya selesai juga bikin dobedam mens pads nya. 



Keterangan gamba dari kiri ke kanan :
  • dobedam mens pads day.
  • Dalam keadaan terlipat
  • Perbandingan dobedam mens pads day dan night.

Dan ini dia polanya.... kali ini printable...^_^
Pola dobedam mens pads day dapat diunduh di sini 
Pola dobedam mens pads night dapat diunduh di sini

Aku pikir rasanya bakalan panas, gerah... ternyata nyaman lho. Taslan balon yang lumayan berisik, pas dipakai nggak berisik, tetap diam di tempat ngak geser. Tapi aku masih penasaran mau bikin yang pakai velvet knitted sebagai innernya kayanya bakal adeeeem ^_^.... tapi harus dicek dulu apakah bisa meneruskan cairan dengan baik. 

Selamat mencoba mom...., jika ada yang kurang jelas silahkan bertanya boleh di sini atau di Fanspage Dobedam. Ditunggu sharingnya ya.....  ^_^

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

ilutju........ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea