Minggu, 20 Oktober 2013

DIY: Soothing Menstrual Pads

Banyak perempuan sering kali merasa tidak nyaman saat menstruasi, bagaimana dengan anda? Pengaruh hormon menyebabkan rasa sakit pada perut, sekitar pinggul, dan terkadang kita jadi cepat marah.

Ada resep jitu nih untuk menguragi sakit PMS, campur asam jawa, sedikit garam dan minyak kayu putih. Balurkan disekitar perut, punggung bawah sampai pinggul. Lakukan pijatan ringan, dan akhiri dengan kompres hangat di perut.

Pemilihan pembalut yang tepat juga akan mendukung aktivitas kita, pilih sesuai volume haid. Pada malam hari kita bisa pakai ukuran yang lebih panjang (night), karena saat kita tidur telentang darah akan mengalir ke arah belakang. Apapun pembalut yang anda pilih, pastikan agar sering diganti. 

Kulit disekitar miss V bersifat asam sedangkan darah haid bersifat basa, yang sifatnya merusak kulit. Jika pembalut tidak segera diganti  bisa menimbulkan ruam, dan darah haid akan menjadi tempat berkembangnya jamur.


Kita bisa buat sendiri Soothing Menstrual Pads  lho, pembalut herbal dengan bahan alami lebih sehat dan hemat.  Bahan yang perlu disiapkan (pic. 1) :
  • Menstrual pads boleh pakai dispo, tapi yang reusable lebih ok karena pasti lebih alami kan... ^_^.
  • Aloe vera gel (aku bikin sendiri biar irit, kebetulan punya pohonnya).
  • Toner sirih.
Oleskan tipis aloe vera gel pada permukaan menstrual pads (pic. 2), lalu semprotkan toner sirih secukupnya jangan sampai terlalu basah (pic. 3). Ada yang suka mengaplikasikan ke beberapa menspad sekaligus, dibungkus dengan aluminium foil lalu menyimpannya di kulkas. Tapi kalau aku lebih suka mengaplikasikan langsung sebelum dipakai, yang disimpan di kulkas cukup gel dan tonernya (geli melihat menspad bergabung dengan stok makanan he he he). 

Aloe vera atau lidah buaya bersifat mendinginkan, anti radang, mengurangi rasa gatal, dan mempercepat penyembuhan luka sehingga mencegah ruam.


Resep aloe vera gel :
  • 1/4 cangkir daging lidah buaya
  • 500 mg vitamin C
  • 400 IU vitamin E 
Cuci lidah buaya, lalu kerok dagingnya masukkan ke blender, tambahkan vit C dan vit E. Blender sampai halus, masukkan ke jar steril lalu simpan dalam kulkas. Gel ini bisa bertahan sampai 2 bulan jika dalam kulkas. Gel yang aku buat berwarna kuning karena stok vit C ku kuning.

Toner sirih efektif untuk membunuh kuman dan jamur, juga mampu menghentikan perdarahan, karena itu sejak dahulu sirih mendapat posisi istimewa di kalangan wanita. Rendam 3 lembar sirih dengan 1 gelas air mendidih, setelah dingin masukkan ke botol penyemprot, dan toner sirih siap dipakai. Boleh ditambahkan beberapa tetes peppermint untuk memberi sensasi sejuk dan menenangkan. Jika suka boleh ditambahkan minyak essensial seperti lavender, (tapi aku nggak pakai, carinya lumayan susah).

Karena mensku tidak teratur, kurang lancar, dan sering kembung saat mens, aku tambahkan daun bandotan dan daun pacar air pada tonerku. Resep simbah untuk peluntur haid katanya ^_^  tapi memang manjur untukku. Tapi resep aslinya daun ini ditumbuk trus diperas, airnya dioleskan pada kain pembalut. Dulu aku sempat berpikir ih.... hari gini pake pembalut sapu tangan kain, kalau jatuh berabe kan....(nggak kebayang xixixi). Tapi semenjak ada reusable menstrual pads yang sepraktis pembalut dispo, baru deh resepnya aku coba aplikasikan. Tapi dimodifikasi jadi direndam air mendidih (kalau ditumbuk terus peras, takut menspadku berubah jadi hulk....hijau gitu :). Tapi khasiatnya masih bekerja dengan baik untukku.

Mengapa gel dan toner hanya di semprotkan pada pemukaan menspad?, karena yang menjadi target kita adalah kulit luar saja. Bagian dalam miss V sudah mampu membersihkan dirinya sendiri, sehingga jika kita pakai cairan pembersih justru akan mengganggu keseimbangan. Untuk membersihkan cukup cebok dengan air sampai bersih, dari arah depan ke belakang lalu keringkan.

Beberapa hari menjelang dan sesudah menstruasi, biasanya beberapa wanita ada yang mengalami keputihan, gel dan toner ini bisa diaplikasikan pada pantyliners (reusable pantyliners lebih baik :). Tapi sebaiknya pantyliners ini tidak digunakan terus menerus karena akan menghambat sirkulasi udara, yang bisa menimbulkan keputihan. 

Berapa banyak pembalut yang harus disiapkan ya...., biasanya haid sekitar 3-7 hari. Setiap harinya kita harus mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali. Jadi dalam satu hari kita perlu 5 pembalut, berarti setiap bulan kita memerlukan 15-35 pembalut. Berapa pembalut yang dipakai seluruh perempuan di dunia ini setiap bulan? Serem juga ya...!, makanya kita beralih ke washable menstrual pads aja yuuuk, performanya nggak kalah kok sama yang dispo.

Banyak kok yang jual  reusable menstrual pads atau washable menstrual pads ini. Seperti halnya yang dispo, anda juga bisa memilih ketebalan dan panjang yang sesuai, warna dan motifnya eye catching banget. Jika ingin bikin sendiri ada printable pattern dari dobedam reusable menstrual pads, Ada cara pembuatannya juga step by step. Kalau nggak sempet bikin trus pengen beli aja, dobedam juga menyediakan kok he he he....

Jika anda punya trik seputar membuat mentruasi menjadi lebih nyaman, boleh dong dibagi ^_^. Biar semua wanita nyaman menjalani masa haid ini. Satu lagi nih mulai 2 hari yang lalu, aku coba oleskan aloe vera gel ini ke muka. Hasilnya luar biasa lo, kulit terasa lebih halus dan lembut. Jerawat yang selalu nongol saat mens pun cepat sembuh. 

Semoga hari-hari H anda jadi menyenangkan ya ladies..... ^_^.
 



Kamis, 05 September 2013

Haruskah Bawa Oleh-Oleh?

Jika kita melakukan perjalanan ke luar kota, biasanya membeli oleh-oleh akan jadi agenda wajib. Entah itu untuk keluarga di rumah, untuk teman ataupun rekan kerja. Bagaimana dengan anda mom? Apakah keluarga di rumah suka menginginkan oleh-oleh asli daerah yang kita kunjungi...?

Oleh-oleh ini bisa jadi dilema, sebel banget kan kalau baru pulang yang disambut bukan kita melainkan si oleh-oleh. Karena itu aku membiasakan anak-anak, untuk menyambut subjeknya dulu. Misalnya bapaknya yang baru datang, kakek nenek atau tamu yang lain. Alhamdulillah mereka tidak pernah menyambut si oleh-oleh, yang pastinya nggak bakalan kemana-mana (pasti buat mereka kan... he he he).

Urusan oleh-oleh ini juga sempat membuatku "galau". Aku ingin memberikan oleh-oleh khas daerah asalku, tapi memberikan sebungkus sambel pecel doang kok rasanya kurang pantas. Sementara jika beberapa bungkus, berat buuuu.... Selain karena harga, bawanya susah. Aku naik kereta bersama 2 anak, 1 koper pakaian plus 1 dus oleh-oleh saja repotnya bukan main.

Sepertinya kalau aku memberi oleh-oleh sambel pecel, sebaiknya plus sayur, lalab, peyek dan tahu tempenya he he he... biar lebih afdol. Aneh juga kan kalau aku kasih sambelnya doang untuk ngemil. Untung adik iparku kasih info ada coklat isi sambel pecel, langsung deh aku hunting. Tapi ternyata hasilnya tidak seperti yang aku bayangkan, menurutku rasanya kurang "pecel".

Bermodalkan ide ngemil sambel, aku mulai ber "eksperimen". Beruntung ada yang bisa bikin sambel sesuai yang aku mau (aku nggak bisa bikin sambel pecel sendiri, yang "medok" rasanya hi hi hi). Bermodalkan  2 kg sambel pecel aku balik ke Bandung. Lalu petualangan eksperimen coklat dimulai. Karena yang ada di rumah coklat putih, aku coba gabung sambel pecel pakai coklat putih. Lumayan enak tapi kurang nge-blend menurutku, jadi aku coba pakai yang dark chocolate.
 

Cihuy..... PECOLATE alias coklat isi sambel pecel berhasil menurutku, menurut chef iyas juga sudah lumayan enak. Sayang chef idam tidak bisa tasting karena pedas he he he. Kebetulan ada halal bihalal IIDN Bandung Timur, aku coba bawa deh. Semoga mereka tidak hanya menghiburku dengan mengatakan PECOLATE ku enak dan layak jual.

Bentuk PECOLATE generasi pertama adalah keong, tapi menurutku ukurannya terlalu besar. Senangnya ketemu dengan cetakan silikon imut, aku ingin ukuran mungil untuk sekali suap. Konon menurut temanku cara makan coklat yang benar adalah memasukkan langsung ke mulut, lalu menghisapnya pelan dengan mulut tertutup. Maka aroma coklat akan terhirup dari dalam, dan akan menghasilkan sensasi nikmat. Harus dicoba langsung, karena tidak bisa digambarkan dengan kata-kata ^_^.

Packaging PECOLATE generasi pertama adalah toples. Coklat dibungkus plastik wrap dengan cup kertas sebagai alas, tapi kok kesannya ribet. Lalu mencoba besek kecil, tapi coklat harus dibungkus aluminium foil (mahal di packaging). Lalu setelah ukurannya jadi mungil, aku kembali bungkus dengan plastik wrap dengan stiker sebagai pengunci agar tidak lepas. Lalu wadahnya cup kecil yang bisa ditutup dengan kuat, jadi tidak perlu pakai selotip. Kemasan ini masih diprotes sama suami dan anak, karena menurut mereka masih kurang menarik.....

Tapi setidaknya meskipun oleh-olehku ini tidak 100% kubawa dari kampung, aku sudah mengolahnya dengan segenap kemampuan... cieeee. Jadi saat teman-teman memintaku untuk mendeskripsikan rasa PECOLATE aku bisa katakan, rasanya pedas bercampur manis. Serasa sarapan sepiring nasi pecel, dan minum secangkir coklat hangat, unik deh....mak nyuusss (ikutan pak Bondan).

Waduh panjang banget ya curhatnya.... menurut anda apa yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ole-oleh? haruskah dibawa langsung dari tempat asal, atau boleh dibeli di kota kita?

Kamis, 01 Agustus 2013

dobedam Mommy Bag

Hallo mom, libur Lebaran pada mudik nggak? Sebenarnya mudik itu harus nggak sih menurut mom.... Setiap orang pasti punya pendapat berbeda tapi untuk aku mudik itu wajib, karena hanya pada Idul Fitri aku bisa ketemu hampir seluruh keluarga besar. Karena itu kami menabung dari jauh-jauh hari agar bisa pulang kampung, bersilaturahmi dengan sanak saudara... terutama orangtua dooong.

Tahun ini kami mudik pakai kereta api. Untuk menyiasati peraturan baru dimana pengantar tidak boleh masuk, aku bikin dobedam mommy bag. Selain berfungsi sebagai tas selempang, ini berfungsi sebagai child carrier. Memang untuk bawa barang sudah disediakan "tukang angkut", tapi kalau anak nggak mungkin kan diangkut oleh mereka he he he...

Berikut penampakan dobedam mommy bag sebagai child carrier Idam nggak mau tasnya disebut baby carrier, "Aku kan bukan baby lagi buuuu." protesnya.


Jika anak sedang tidur atau memerlukan gendongan dalam arti sebenarnya, tutup tas bisa difungsikan sebagai penyangga punggung.



Sedangkan untuk membagi beban berat badan anak, ada belt yang bisa kita pasang ke pinggang kita. Hi hi hi malu punggungnya kok kelihatan lebar banget ya.... seperti lapangan bola.


Meskipun secara bentuk masih jauh dari sempurna, tapi dobedam mommy bag adalah real soulmate ku. Berpasangan dengan Nouvo Z, mereka sangat mendukung mobile ^_^. Idam bisa tidur nyenyak di motor Nouvo Z, dengan bantuan dobedam mommy bag sebagai safety belt sekaligus bantal (jangan-jangan dia mimpi balapan sama Valentino Rossy he he he).


Wah kali ini tulisannya pendek sekali, semoga bisa kita sambung lagi setelah bentuk tasnya aku perbaiki. Karena di kampung nggak konek internet, acara blogging libur dulu.... Minal 'Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin.....

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
aku seorang istri dan ibu dari 2 cowok,seneng berteman, dan punya cukup selera humor. Hobby bgt ngulik apa aja yang bermanfaat dan bikin happy. Siapa tahu petualanganku dirumah ini bisa jadi inspirasi...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

ilutju........ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea